" ASSALAMUALAIKUM W.B.T "
SEMOGA SAUDARA / SAUDARI DI BERKATI OLEHNYA

Minggu, 03 April 2011

Keyakinan ada tiga tingkatan iaitu ‘Ilmul Yaqiin, haqqul Yaqiin dan ‘Ainul Yaqiin

Ilmul Yaqiin adalah yakin yang dihasilkan oleh ilmu. Maka mencapainya adalah dengan banyak belajar dengan berbagai cara. Membaca kitab dan buku, melihat kejadian dan peristiwa, mendengar dari guru dan sahabat, dsb. Tingkatan ini tidak mudah diraih. Namun ini yang paling mungkin dicapai oleh seorang mukmin. Misalnya, kita meyakini adanya ALLAH itu dapat mencapai ‘Ilmul Yaqiin dengan banyak membaca dan menyimak berbagai literatur yang membuktikan keberadaan-Nya. Tanda tandanya bahwa kita mencapai ‘Ilmul Yaqiin adalah keyakinan sangat mantap dan tidak dapat dirubah oleh apa pun. Keyakinan seperti ini adalah keyakinan Para Alim Ulama dan Para Wali Allah.

Tingkatan yang kedua adalah haqqul Yaqiin. Yaitu yakin yang dihasilkan oleh ilmu yang diamalkan dengan tekun. Kita dapat mencapainya dengan berusaha keras mengamalkan syari’at islam secara penuh dan istiqomah. Tanda-tandanya kita mencapai haqqul Yaqiin adalah merasa nikmat dalam beribadah dan berbuat kebajikan. Mudah melakukan hal yang diridhoi ALLAH dan tidak mau melangkah ke jalan yang tidak di ridhoi-Nya. Keyakinan seperti ini adalah keyakinan Para Wali Allah yang lebih tinggi.

Tingkatan yakin ketiga adalah ‘Ainul Yaqiin. Tingkatan ini tidak dihasilkan oleh usaha. Tetapi semata mata anugerah pemberian ALLAH kepada orang yang DIA pilih. Kita hanya dapat berusaha maksimal mencapai haqqul Yaqiin dan menyiapkan diri, siapa tahu ALLAH memilih kita mendapatkan ‘Ainul Yaqiin. Keyakinan ini adalah keyakinan Para Nabi dan Rosul Allah serta merupakan keyakinan Para Wali Allah tingkat tertinggi.

Contoh penggambaran ketiga yakin di atas. Seseorang berada di dalam rumah gedung tertutup. Dia diberi tahu bahwa keadaan di luar rumah terjadi hujan. Lalu dia yakin bahwa di luar hujan. Maka keyakinan itu adalah ‘Ilmul Yaqiin. Seandainya dia membuka jendela dan betul-betul melihat rintik-rintik hujan turun. Lalu dia yakin bahwa di luar hujan. Maka keyakinan itu disebut haqqul Yaqiin.
Dan terakhir, seandainya dia keluar rumah dan berjalan hingga dirinya basah kuyup oleh air hujan. Lalu dia yakin seyakin-yakinnya bahwa memang terjadi hujan. Maka itulah yang disebut ‘Ainul Yaqiin.

Mudah²an dapatlah sedikit ilmu dari sedikit pencerahan ini...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar